Wednesday, 30 January 2013

Toyota Astra Motor memproduksi NAV1 yang lebih irit dari INNOVA


Toyota Astra Motor baru saja meluncurkan MPV terbarunya Toyota Nav1. Nah, meskipun sama-sama berjenis MPV dan berkapasitas mesin sama dengan Kijang Innova, namun soal konsumsi BBM, katanya Nav1 lebih irit. Kenapa?

Dadi Hendriadi, Division Head Technical Service Division TAM, menjelaskan, penggunaan teknologi Valvematic pada mesin Nav1 yang sama-sama berkapasitas 2.0 liter dengan Kijang Innova, menjadi faktor utama yang membuat MPV boxy ini lebih irit dari Kijang Innova.


"Kunci keiritannya pada penggunaan teknologi Valvematic di mesin,” terang Dadi. "Rata-rata konsumsi bahan bakar Innova 1 liter untuk 9 kilometer, sedangkan NAV1 bisa tembus 1 liter untuk 12 kilometer," tambahnya.

Teknologi Valvematic, yang punya kuasa tidak hanya menggeser waktu pengapian saja, tapi juga besar bukaan dan lama bukaan dari katup masuk pada mesin Nav1. Sehingga, mekanisme tersebut membuat efisiensi mesin jadi lebih irit.

"Selain itu, juga membuat mesin jadi lebih responsif dan ramah lingkungan. Mesin terasa lebih bertenaga dan gas buang lebih bersih, meskipun punya mesin yang sama dengan Kijang Innova," jelas Dadi.

Mesin NAV1 mampu menghasilkan tenaga 158 ps pada 6.200 rpm dengan torsi maksimum 20 kgm pada 4.400 rpm. Kenyamanan mengemudikan NAV1 semakin lengkap dengan transmisi CVT 7-speed.

Toyota NAV1 telah dirakit lokal. Tersedia dalam dua varian, yakni tipe G dijual dengan harga Rp 378 juta serta tipe V yang dibanderol Rpo 398 juta. (mobil.otomotifnet.com)












Toyota Kijang Raih 'New Wave Communitization Award'

Jakarta (ANTARA News)- Toyota Kijang berhasil meraih penghargaan 'New Wave Communitization Award' dari lembaga riset pasar, MarkPlus, karena dinilai memenuhi kriteria sebagai produk pemasaran yang sesuai dengan prinsip pemasaran 'new wave' yang serba terhubung.

CEO dan Founder MarkPlus, Hermawan Kartajaya, mengemukakan bahwa 'brand' Toyota Kijang yang telah berumur 34 tahun, merupakan merk kendaraan yang telah dianggap sebagai 'mobilnya orang Indonesia' sehingga pantas mendapat penghargaan untuk kategori 'communitization'.


"Toyota Kijang telah berhasil membangun citranya sebagai mobil orang Indonesia," kata Hermawan dalam acara penganugerahan penghargaan itu di arena Indonesia International Motor Show 2011, Kemayoran, Jakarta, Minggu.

Presiden Direktur Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan, yang menerima penghargaan itu berharap bisa memacu diri untuk lebih berkembang di masa depan. 


"Penghargaan ini mendorong kami untuk terus memacu diri untuk melihat masa depan yang lebih baik agar terus menghasilkan mobil yang sesuai dengan tuntutan zaman," kata Johnny Dharmawan.

Penghargaan untuk kategori lain diraih Daihatsu A-Concept untuk New Wave Codification Award, Mitsubishi i-Miev untuk 'New Wave Caring Award', Hyundai untuk 'New Wave Conversation Award', Honda Brio untuk 'New Wave Confirmation Award', Hino untuk 'New Wave Character Award', dan Pertamina mendapat 'New Wave Currency Award'.


Prinsip pemasaran 'new wave' yang juga disebut Marketing 3.0 merupakan prinsip pemasaran yang berlandaskan kejujuran, menyasar hati nurani konsumen, dan sejalan dengan konsep 3P - people, profit, dan planet. (Ber)












Sumber : http://otomotif.antaranews.com/print/7368/toyota-kijang-raih-new-wave-communitization-award

Mengenal Toyota Kijang LGX yang gagah dan masih bertahan


Kijang LGX adalah kendaraan niaga dan kendaraan keluarga yang diproduksi oleh Toyota Motor. Mobil ini termasuk populer di Indonesia pada kelas minibus dan menjadi favorit masyarakat. Kijang LGX adalah penyempurnaan dari Toyota Kijang generasi III. Pada masa itu, mobil ini menjadi mobil yang paling laris dan paling banyak dicari, baik yang baru maupun yang bekas pakai. Oleh karena itulah saat ini kita mudah sekali menemukan Kijang LGX di seluruh Indonesia.




Kijang LGX sebagai metamorfosis Toyota Kijang generasi III

Setelah beberapa kali disempurnakan, maka Kijang generasi III dirilis sebagai Kijang LGX. Sebagai pengetahuan, Kijang generasi ketiga dipasarkan pada tahun 1985. Mobil ini memiliki eksterior yang berbentuk lebih melengkung di sudutnya sehingga terlihat lebih modern daripada generasi sebelumnya dan mobil yang ada di jamannya. Kijang generasi III ini masih banyak yang meminati hingga sekarang ini. Generasi inilah yang mengubah arah konsep Kijang sebagai kendaraan angkut menjadi kendaraan penumpang. Konsep ini adalah salah satu kiat sukses Kijang GLX menarik konsumen. Pada masanya, dapat dikatakan bahwa Kijang adalah salah satu mobil penumpang dan keluarga yang mengalami masa kejayaan.

Pada generasi ini, ada dua tipe Kijang, yakni Kijang Super dan Kijang Grand. Dengan rentang waktu 1985 hingga 1997, maka life cycle dua tipe Kijang ini sangat lama sekali dibanding generasi sebelumnya. Kedua mobil inilah yang merupakan cikal bakal dari Kijang LGX. Kijang Grand-lah yang menginspirasi mengenai perubahan model yang futuristik pada Kijang GLX. Kijang Grand sudah mengalami beberapa modernisasi seperti pada lampu depan, gril, adanya double blower dan power steering yang memudahkan pengemudi. Hingga saat inipun Kijang Grand dan Kijang Supar masih diminati oleh para pengguna. Tidak berbeda jauh dengan Kijang GLX yang diminati juga.

Awal mula munculnya Kijang LGX

Toyota Kijang GLX dipasarkan pertama kali pada tahun 1997 di Indonesia. Kijang LGX dipasarkan hingga tahun 2004 sebelum tergeser oleh Toyota Innova. Selama kurun waktu tersebut, Kijang LGX memiliki dua tipe, yakni keluaran tahun 1997-1999 dan keluaran 1999-2004. Keduanya memiliki perbedaan pada teknologi dan bahan bakar. Teknologi yang ada pada Kijang LGX tahun 1999 sudah menggunakan teknologifuel injection sehingga tenaga yang dihasilkan lebih baik dan bagus. Selain itu juga menjadi lebih irit pemakaian bahan bakar. Kijang LGX yang keluar sejak tahun 2002 menggunakan kapasitas mesin 1800 cc dan juga 2000 cc. Mobil ini sangat banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia, bahkan bisa dikatakan sebagai mobil sejuta umat.

Pada Kijang LGX keluaran tahun 2003-2004, interior menjadi lebih elegan. Terlihat dengan jelas pada dashboard dan jok mobil yang menggunakan warna krem serta AC yang menggunakan double blower, power window, central lock dan power steering. Kapasitas penumpang yang lumayan banyak, yakni tujuh seat menjadi keunggulan Toyota Kijang LGX. Tak hanya itu, bahan bakarnya pun hemat, daya tahan mesin yang baik, interior yang mewah, perawatan yang murah dan harga jual kembali yang stabil, sehingga seseorang yang menjual mobil ini kembali tidak akan rugi. Demikian adalah ulasan singkat kami mengenai Toyota Kijang LGX. Semoga bermanfaat. (iwan)









Ini Corolla Masa Depan


menampilkan Corolla Furia Concept di salah satu pameran mobil terbesar di dunia,  2013 North American International Auto Show, Detroit. Inilah salah mobil konsep paling ditunggu-tunggu karena memberi gambaran seperti  Toyota Corolla kelak. 

Deman Toyota Corolla Furia Concept dimulai dengan dirilisnya beberapa teaser foto yang menampilkan bagian-bagian tubuh mobil ini. Sontak rasa ingin tahu dunia menggelora dan dunia mulai membicarakan bakal seperti sosok misterius itu.

Mobil konsep ini memberi  gambaran studi desain eksterior  yang saat di mataangkan para desainer Toyota. Desain ini bagian dari upaya Toyota untuk menghasilkan kendaraan yang lebih dramatis dan  ekspresif.

“Corolla Furia Concept adalah indicator awal kemana arah desain mobil kompak kami di masa depan,” terang Bill Fay, group vice president and general manager, Toyoa Division. “Dia memadukan desain dramatis dan elemen-elemen teknologi tinggi untuk melahirkan daya tarik utuh yang akan mengejutkan banyak orang.”





Furia di desain dengan tema Iconic Dynamism, yang menggunakan elemen permukaaan sederhana untuk memghasilkan tampilan yang provokatif, dan mencolok sehingga menarik perhatian konsumen usia muda.

Dengan alloy wheel 19 inch yang dilesakkan ke sudut-sudut mobil melahirkan kesan atletis. Dikombinasikan dengan overhang pendek di depan dan belakang, menonjolkan wheelbase yang panjang. Kaca depan yang landai dan atap yang sedikit melengkung plus rumah roda mekar memperkuat kesan dinamis meskipun mobil dalam kondisi diam.

Desain bagian depan agresif dengan grille yang dibuat hitam membantu menegaskan sepasang lampu utama berteknologi LED. Dibagian belakang juga menggunakan lampu LED yang menambah kesan mobil berteknologi tinggi.

Toyota Corolla Furia Concept  panjang keseluruhannya 4620mm  dengan lebar 1805mm dan tinggi 1425mm dan wheelbase 2700mm.












Sumber : http://www.toyota.co.id/company/news/article.php?article_id=5331

Duet BMW-Toyota Kembangkan Mobil Sport


TOKYO- Setelah menandatangani nota kesepahaman, akhirnya dua raksasa automotif, Toyota Motor Corporation dan BMW Group resmi menjalin kerjasama dalam mengembangkan teknologi baru dan varian mobil sport terbaru. 

Seperti dilansir oleh Carscoop, Jumat (25/1/2013), BMW yang diwakili oleh Norbert Reithofer dan Presiden Toyota, Akio Toyoda akhirnya sepakat untuk melakukan kerjasama.

Kedua merek ini setuju untuk mengembangkan sebuah platform terbaru untuk sebuah kendaraan sport mid size yang rencananya akan selesai akhir tahun ini. 

Kerjasama ini juga menghasilkan empat poin utama yaitu, Toyota dan BMW bersama-sama akan mengembangkan sebuah tekhnologi bahan bakar sel, Pengembangan mobil sport terbaru, teknologi untuk mengurangi bobot mobil, dan teknologi baterai lithium-air.

Untuk pengembangan bahan bakar sel, pengembangan baterai lithium, dan teknologi pemangkasan bobot mobil diharapkan mencapai target hingga satu dekade. Maka jalinan kerjasama ini difokuskan pada pengembangan mobil sport baru yang rencananya akan selesai pada akhir 2013 ini.

"Dengan melakukan pengembangan bersama, kami akan bekerja keras dalam tujuan kami menciptakan mobil yang lebih baik," ujar Presiden Toyota Akio Toyoda. (ian)










Sumber : http://autos.okezone.com/read/2013/01/26/52/751962/duet-bmw-toyota-kembangkan-mobil-sport

Toyota Indonesia Rakit Sedan


Toyota Indonesia menyiapkan produk baru untuk pasar domestik yang akan diproduksi di pabrik kedua PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mulai Maret 2013.

"Pabrik pertama fokus memproduksi Innova dan Fortuner, sedangkan yang kedua sedan," jelas I Made Dana Tangkas, Director External & Corporate Addairs Directorate, Production & Logistic Control Directorate, TMMIN, di Hotel Gran Melia, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (30/1/2013).

Dijelaskan, Toyota Indonesia sudah berpengalaman merakit sedan, yaitu Starlet, Corolla, Camry, Crown, dan Soluna, sampai 2001. Setelah kebijakan prinsipal berubah, produksi sedan dialihkan ke Thailand. Kalau dipertahankan di Indonesia, biayanya terlalu tinggi. Saat itu, kesepakatan perdagangan bebas mulai dijalankan oleh negara anggota ASEAN. Pajak impor dihapuskan.

"Kini setelah 12 tahun, kita kembali merakit sedan," beber Made.

Basis produksi
Pabrik kedua TMMIN diharapkan sudah mulai produksi mulai Maret dengan kapasitas maksimum 120.000 unit per tahun. Jika selesai seluruhnya, total produksi pabrik kedua akan mencapai 180.000 unit per tahun. "Produksi dinaikkan secara bertahap sesuai permintaan dari TAM," lanjut Made.


Selain domestik, Toyota Indonesia juga akan memasok sedan tersebut ke negara lain, terutama kawasan ASEAN. Dengan potensi pasar terbesar di Asia Tenggara, penduduk 240 juta jiwa, Toyota menunjuk Indonesia sebagai salah satu basis produksinya.

Ketika dikonfirmasi, sedan yang dimaksud adalah Etios, Made memilih bungkam. "Bisa sedan, bisa juga hatchback. Pokoknya kami siap produksi sesuai permintaan," tutup Made.

Jika tebakan KompasOtomotif benar, Etios nantinya akan masuk dalam skema Program Mobil Rendah Emisi (LCEP), regulasinya akan ditandatangani oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sedan tersebut akan menikmati potongan Pajak Penambahan Nilai (PPnBM) 25-50 persen, dengan syarat lainnya, konsumsi bahan bakar 20 kpl.










Sumber : http://otomotif.kompas.com/read/2013/01/31/6392/Toyota.Indonesia.Rakit.Sedan.

Friday, 25 January 2013

Periode Tepat Ganti Oli Mobil


Mengapa mobil harus dirawat secara berkala? Coba bayangkan, berapa banyak komponen yang ada di mobil kita, terintegrasi, menjadi satu dan bekerja sama untuk membuat mobil kita dapat berjalan, mengantar kita ke kantor, liburan, mengantar anak-anak ke sekolah mereka dalam situasi dan kondisi cuaca serta jalan yang berbeda-beda. Ada hujan, panas terik, genangan air, tanjakan curam dan turunan curam saat kita berlibur ke luar kota, ada kemacetan luar biasa saat jam berangkat dan pulang kantor. Nah, seandainya disaat seperti itu, mobil kita mogok atau mengalami gangguan hanya karena kita mengabaikan perawatan berkala, tentu akan sangat mengganggu bukan?
















        Perawatan berkala pada umumnya dikategorikan berdasarkan jarak tempuh mobil dalam kilometer (di beberapa negara digunakan mil sebagai ukuran jarak), dari sejak mobil tersebut keluar dari ruang pamer, masuk ke garasi kita dan mulai menunaikan tugasnya. Sebagai contoh, akan diulas secara garis besar mengenai perawatan berkala sebuah mobil sesuai anjuran umum dari beberapa pabrikan:

       Kapan oli mesin dan filternya diganti? Oli mesin perlu diganti setiap 5.000 km, walaupun memang ada beberapa mobil baru saat ini yang merekomendasikan jarak 10.000 km untuk interval penggantian oli mesinnya. Gunakan oli yang memang sesuai untuk mesin mobil kita, darimana kita tahu? Lihat anjuran mengenai spesifikasi oli di buku petunjuk pemilik mobil kita, apabila buku tersebut tidak ada, coba hubungi bengkel resmi mobil tersebut, tanyakan kepada pihak bengkel mengenai spesifikasi oli mobil kesayangan kita. Harus diingat bahwa oli bekerja lebih berat disaat kita sedang berkendara di tengah kemacetan lalu lintas. Untuk filter oli, ganti setiap 10.000 km.
        Kapan oli komponen penggerak (drive train) perlu diganti? Di mobil kita terdapat komponen penggerak selain mesin, yaitu diferensial yang umumnya disebut gardan dan ada transmisi yang memungkinkan kita untuk meningkatkan kecepatan tanpa memaksakan mesin. Oli diferensial perlu diganti setiap 10.000 km, tentunya dengan spesifikasi yang sesuai dengan rekomendasi pabrik. Untuk oli transmisi manual, oli perlu diganti setiap 10.000 km, perhatikan spesifikasi olinya karena ada oli transmisi yang memakai oli yang sama dengan oli diferensial tetapi ada beberapa transmisi manual yang menggunakan oli yang tingkat kekentalannya sama dengan oli mesin, bahkan ada transmisi manual yang diharuskan memakai oli transmisi otomatis, jadi jangan sampai salah memakai oli. Kemudian untuk mobil dengan transmisi otomatis, kuras dan gantilah oli di tempat yang memiliki alat khusus penguras oli transmisi otomatis setiap 25.000 km.


          Air radiator, air pada radiator adalah media supaya mesin dapat melepaskan panasnya. Tentunya air radiator juga perlu diganti setiap 20.000 km, gunakan cairan pendingin khusus siap pakai supaya tidak repot mencampur lagi. Selain itu pendingin jenis ini melindungi radiator dan mesin kita dari korosi. Hindari penggunaan air tanah, air ledeng ataupun air mineral karena dapat memicu terjadinya korosi.
         Bagaimana dengan minyak rem? Supaya komponen rem awet dan terbebas dari karat, maka kuras dan gantilah minyak rem setiap 20.000 km, gunakan minyak rem yang sesuai spesifikasi mobil. Perhatikan juga kondisi sepatu rem dan kanvas rem mobil kita, apabila sudah tipis segera ganti, ingat satu-satunya peranti penghenti laju mobil adalah rem, jadi jangan sesekali mengabaikan komponen ini.

        Setelah filter oli, ada filter lain yaitu filter udara dan filter bahan bakar. Komponen penyaring ini pun ada batasan masa pakainya, gantilah kedua komponen ini setiap 20.000 km supaya performa mobil tetap terjaga. Filter bahan bakar dan udara yang kotor akan dengan mudah mengurangi kemampuan mobil kita.
         Timing belt dan drive belt. Bagi mobil yang menggunakan timing belt, gantilah setiap 50.000 km, jangan sepelekan komponen ini, apalagi dia tidak terlihat alias tersembunyi dibalik penutupnya. Apabila sampai putus saat mesin bekerja, kita akan mengeluarkan biaya besar untuk memperbaiki kerusakan mesin yang ditimbulkan. Catat waktu penggantiannya supaya kita tahu kapan saat penggantian berikutnya. Untuk drive belt atau tali kipas, ganti tiap 30.000 km atau sesuai kondisi, sabuk penggerak ini memutar banyak hal seperti power steering, alternator,pompa air dan kipas mesin. Perhatikan fisiknya setiap kita membuka kap mesin, apabila sudah getas atau retak sebelum waktunya, segera ganti.
         Lalu ada komponen lain yang perlu diganti sesuai kondisi, seperti karet wiper, ganti kalau hasil sapuannya sudah tidak merata. Peredam kejut (shock absorber) perlu diganti bila sudah lemah karena akan membuat mobil tidak nyaman dan sulit dikendalikan. Komponen lain yang tak kalah penting adalah tierod, long tierod, ball joint dan link stabilizer, apabila salah satu dari komponen ini sudah rusak, aus atau lemah maka akan membuat pengendalian kurang baik dan membuat suara-suara yang mengganggu dari kolong mobil, jadi segeralah ganti bila perlu.
          Beberapa uraian diatas adalah perawatan berkala secara umum yang harus senantiasa kita lakukan dalam kondisi pengendaraan normal. Ada beberapa kondisi pengendaraan khusus yang mana mobil memerlukan perawatan ekstra misalnya mobil yang digunakan untuk keperluan menarik beban dan melintasi medan off road setiap hari.
Jadi jangan pernah ragu untuk merawat mobil kesayangan, berikan yang terbaik untuk mobil kita maka kita akan mendapatkan kemampuan terbaik pula dari mobil tersebut.